Seleksi Kakak SabangMerauke Batch III

“… karena toleransi tidak bisa hanya diajarkan, toleransi harus dialami dan dirasakan.”

Alkisah Desember tahun lalu, munculah sebuah postingan dari sebuah grup di facebook. Postingan tersebut berisi ajakan untuk mendaftar kegiatan sebagai seorang Kakak. Tersebutlah Kakak SabangMerauke.

Lalu keluar sebuah ingatan dari otakku, “PLOP”, begitu bunyinya. Dulu rasa-rasanya aku pernah lihat poster SabangMerauke di majalah dinding (mantan) Fakultasku, sekitar tahun 2013. Dan dulu rasa-rasanya mau daftar, tapi entah kenapa akhirnya gak jadi.

Sampai pada akhirnya, aku liat seniorku di kampus, sebut saja Kak Handar, yang posting-posting tentang SabangMerauke. Selidik punya selidik, ternyata dia lagi seleksi Kakak SabangMerauke dan Lolos! Waw hebat Kak Handar. Seiring berjalannya timeline, akhirnya kulihat juga tuh Kak Handar dengan berbagai kegiatan SabangMerauke (mari kita singkat SM biar aku lebih gampang ngetiknya). Dan aku tergiur juga buat ikutan. Lalu galau kenapa dulu gak jadi daftar.

Lalu aku kembali pada kondisi dimana aku lagi memperhatikan postingan SM di facebook, Desember 2014. Tak pikir panjang, langsung kudaftar. Aku mengisi formulir untuk menjadi Kakak SM (KSM), karena tak mungkin kudaftar jadi Anak SM (ASM), bukan karena aku gak mau, tapi karena gak boleh. ASM diperuntukkan bagi pelajar SMP se-Indonesia.

Sudah muncul rasa penasaran belum, apa bedanya KSM-ASM, lalu apa hubungan mereka? Sabar ya. Atau gak penasaran? Kalo gak penasaran, diatur aja ya biar penasaran, biar tulisan ini bermanfaat dan gak sia-sia hahaha… #krikrik

Aku mau cerita dulu proses pendaftarannya. Karena tujuan dari tulisan ini adalah kasih informasi dan tips agar kalian-kalian bisa daftar jadi KSM di suatu hari yang cerah nanti. Jadi, pendaftaran SabangMerauke dibuka di akhir tahun. Aku dulu daftar di Desember 2014, masih isi formulir di website  SabangMerauke. Lalu, sejujurnya, tahap dari isi aplikasi sampe ke tahap seleksi selanjutnya itu lumayan lamaaaa….. Sekitar bulan Maret atau April gitu, aku dapet e-mail dari SabangMerauke kalau aku Lolos ke seleksi tahap berikutnya, yaitu wawancara dan FGD. Kemudian, selang beberapa minggu dari itu, ditetapkanlah hari dimana aku harus mengikuti seleksi tahap 2 untuk menjadi KSM.

Datanglah hari yang ditunggu-tunggu tersebut. Seleksi diadakan di Kemendikdasmenbud RI (atau yang akrab disapa kemendikbud) di Jl. Sudirman, samping FX. Sesampainya aku disana, aku bertemu dengan sekitar 25 orang mahasiswa dari berbagai wilayah yang bersaing memperebutkan kursi panas menjadi KSM. Yoohoo. Yang bikin kaget, ternyata ini adalah gelombang kedua. Aku baru tau, ternyata ada 25 orang lagi yang gelombang pertama seleksi. Jadi kalo ditotal ada sekitar 50-an mahasiswa dari 300 lebih yang terpilih menjadi calon KSM pada seleksi tahap 2 ini, untuk kemudian diseleksi lagi menjadi 15 orang yang akan menjadi KSM Batch 3 (2015).

Sebelum seleksi dimulai, kami diberikan gambaran sekilas mengenai SabangMerauke, biar kami makin ngiler untuk bisa diterima. Lanjut, kita dibagi dua. Sebagian memulai dengan wawancara, dan sebagian memulai dengan FGD (Focus Group Discussion). Kebetulannya, aku FGD duluan. Nah, ada tiga orang assessor yang akan menilai performa kita selama FGD berlangsung. Saat itu aku FGD bersama lima orang calon KSM lainnya, salah satunya yaitu dengan Kak Sahidin yang juga akhirnya terpilih menjadi KSM Batch 3 bersamaku. FGD dilaksanakan selama kurang lebih 30 menit, dimana kita diberikan beberapa lembar kertas yang isinya sebuah kasus. Kasus tersebut terinspirasi dari berbagai kasus yang terjadi selama program SabangMerauke Batch 2 tahun lalu. Nah, aku lupa pembagian waktunya gimana, yang jelas pas di awal-awal kita dikasih waktu buat menjawab beberapa pertanyaan yang harus dijawab secara pribadi. Kemudian sisa waktunya dipakai untuk diskusi bersama calon KSM lainnya.

Diskusinya asik, seru, dan sangat kooperatif. Tips buat kalian yang mau daftar KSM: Beranilah untuk menyampaikan pendampat kalian tanpa harus menjatuhkan pendapat orang lain. Saat berbicara, juga perhatikanlah waktu, jangan sampai kelamaan dan akhirnya peserta lain gak kebagian ngomong. Tunjukanlah potensimu tapi jangan ambisius. Selebihnya, santai aja kayak lagi ngobrol-ngobrol hangat sama sahabat. Jangan gugup, anggap aja disitu gak ada tim assessor, hehehe.

Setelah FGD, kita dikasih waktu buat sholat dhuhur. Setelah itu, aku lanjut ke tahap wawancara. Ku masih ingat, saat semua orang udah mulai ketemu dengan satu orang pewawancaranya, aku belum kunjung diwawancara. Bukannya karena aku takut diwawancara, nggak. Aku berani kok diwawancara. Tapi masalahnya pewawancaranya belum ada😥 hiks lalu aku menunggu dan menunggu. Sampai sekitar 15 menit kemudian Alhamdulillah pewawancaraku muncul!!!

Namanya kak Marthella, atau mari kita sebut saja kak Thella. Doi alumni Pengajar Muda, Indonesia Mengajar. Spontan aku heboh karena aku ngebet juga jadi PM (tau dong ya PM singkatan apa? bukan Perdana Menteri, ya) Dan yang bikin heboh lagi adalah, kak Thella ini LPDP awardee yang dikit lagi mau berangkat ke Birmingham bukan buat jalan-jalan, tapi kuliah S2. Ya Allah, tadinya aku mau ngajuin “Kak Thella kita obrolin LPDP sama IM aja yuk, wawancara nanti aja”, eh untungnya aku masih bisa kontrol diri. Kutahan dulu keinginan itu dan akhirnya kak Thella pun mewawancarai aku. Kak Thella orangnya humble banget dan bikin aku ngerasa kayak lagi diajak ngobrol aja, bukannya diwawancara. Pertanyaannya juga dibuat sederhana, jadi gak bikin aku grogi. Dan akhirnya, akupun mengutarakan niatku untuk kepo-kepoin Kak Thella, kita ngobrol2 banyak sampe-sampe diingetin sama panitianya kalo waktu wawancara udah habis hahaha.  Karena gak mau sia-siakan kesempatan udah ketemu sama kakak keren, akhirnya aku minta kontak kak Thella untuk kemudian aku save dan aku kepoin suatu hari nanti.

Ah, lega rasanya udah lewatin seleksi tahap 2. Aku bersyukur dan berserah diri aja sama Allah. Kalau kegiatan ini baik untukku, maka loloskan. Kalau belum baik, maka lapangkan hatiku dan semoga diganti dengan yang lebih baik.

Daannn selang beberapa minggu kemudian, alhamdulillah aku dinyatakan lolos seleksi sebagai salah satu Kakak SabangMerauke Batch 3. Rasanya seneng bangeett ngett ngett karena impianku buat bisa kenalan sama anak-anak daerah bisa terwujud. Aku juga excited banget buat tau siapa adik SM yang akan aku bimbing nanti.

Yap begitulah sepenggal kisah proses seleksi menjadi Kakak SabangMerauke. Kapan-kapan akan aku ceritakan gimana kisah dua minggu yang penuh drama bersama keluarga besar SabangMerauke. See u pals!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s