Global Peace Volunteer Camp 1.18, Bandung

huaahhh selamat malam teman-teman… sepertinya sudah berjuta-juta tahun saya tidak nulis… modem lagi rusak #hiks

oke pada kesempatan (online) kali ini, saya akan nulis tentang kegiatan GPVCamp di Bandung kemarin, tanggal 22-23 Februari 2014. here we go…

Image

Sabtu, 22 Februari 2014

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB di Villa Sapulidi, Bandung. Para peserta melakukan registrasi kemudian memasuki aula tempat materi akan dipresentasikan. Sebelum kami diberikan materi-materi, kami melakukan ice breaking terlebih dahulu agar bisa saling mengenal antar peserta camp. Setelah kami lebih dekat dan saling mengenal, kami dibentuk menjadi 5 kelompok. Saya dikelompokkan dengan berbagai mahasiswa dari berbagai universitas, yaitu Rahmat Fadhli dari Univ. Padjadjaran, Pofi Putri dari Univ.Sriwijaya, Nathan Sagari Maris dari Universitas Indonesia, Ilham dari UIN Sunan Gunung Djati, dan Tria dari UIN SGD. Setelah dibentuk kelompok, kami menerima materi dari Robinson Sinurat, Project Officer dari Global Peace Festival Indonesia, tentang One Family Under God. Kami mendapat pelajaran tentang pentingnya hidup rukun dan menjunjung toleransi beragama. Diharapkan, kami sebagai para calon pemimpin kelak bisa menciptakan perdamaian dunia yang bebas dari konflik. Setelah mendapatkan materi, kami berdiskusi secara kelompok dan menyiapkan presentasi dengan big paper kemudian kami presentasi per kelompok secara satu per satu.

Sekitar pukul 12.00 WIB kami istirahat. Keakraban makin terasa ditengah-tengah para peserta GPVCamp 1.18 ini. Kami saling sharing tentang kegiatan/kesibukan kami di kampus ataupun prestasi-prestasi yang telah kami capai. Setelah istirahat, sholat, dan makan siang, kami diberikan materi berupa video yang berjudul “Ryan’s Well”. Pada video tersebut dipaparkan kisah nyata seorang siswa SD di Kanada bernama Ryan yang memiliki inisiatif untuk membuat pompa air bagi rakyat di wilayah afrika. Perjuangan Ryan ini sungguh memotivasi, karena dengan usianya yang masih kecil tapi dia memiliki semangat yang tinggi untuk bekerja demi mengumpulkan uang untuk pembangunan pompa air bagi rakyat Afrika. Setelah menyaksikan video tersebut, kami berdiskusi secara kelompok lagi dan merancang presentasi. Kami kemudian mempresentasikan nilai-nilai apa saja yang kami dapat dari video tersebut.

Image

Pukul 15.00 WIB, kami istirahat kembali. Setelah itu, kami mendapatkan materi tentang True and Pure Love. Materi ini dibawakan oleh Kak Anggie, salah satu staff dari GPF Indonesia. Materi ini membahas tentang bagaimana caranya kita sebagai generasi penerus kelak menciptakan keluarga yang harmonis yang nantinya dapat melahirkan generasi penerus yang baik, pemimpin yang baik, karena pemimpin yang baik muncul dari limpahan kasih saying keluarganya. Setelah itu, kami diberikan satu tema tiap kelompok untuk menampilkan sebuah drama. Tema yang kelompok saya dapatkan adalah One Family Under God. Kelompok saya menampilkan sebuah drama tentang pertikaian antar tetangga yang berujung pada perdamaian. Nilai yang berusaha kami sampaikan kepada penonton adalah apapun suku, ras, atau agama kita, namun kita tetap satu keluarga, keluarga yang berketuhanan dibawah naungan Tuhan.

Image

Pukul 20.00 WIB setelah semua kelompok menampilkan dramanya masing-masing, ada sesi Heart to Heart. Pada sesi ini kami dipasangkan (dua orang) dan kami harus saling mengungkapkan perasaan, pikiran, serta beban yang masih kami rasakan dan kami harus saling berbagi kepada pasangan kami. Tentu saja wanita dipasangkan dengan wanita dan pria dipasangkan dengan pria. Saya mendapatkan pasangan seorang mahasiswa UIN SGD Bandung bernama Nadya, dia menceritakan kehidupan dia dari yang paling pahit sampai yang paling manis, begitu juga dengan saya. Tujuan dari sesi ini yaitu agar kita bisa memahami, mendengar, serta berempati dengan sahabat kami. Selain itu, diharapkan kita menjaga kerahasiaan dan mempercayakan kerahasiaan kita kepada sahabat kita. Karena rasa percaya merupakan dasar dari sebuah hubungan kita dengan orang lain. Setelah sesi tersebut selesai, kami semua istirahat tidur hingga besok pagi.

Image

 

Minggu, 23 Februari 2014

Kegiatan pertama diawali dengan olahraga, kemudian kami melakukan sebuah games yang dinamakan “Unity Ball”. Tujuan dari games ini adalah untuk melatih kekompakkan kita sebagai satu tim. Setelah itu, kami sarapan pagi kemudian kami berkumpul lagi di aula untuk mendapatkan materi tentang “Volunteerism Project” dari panitia. Setelah itu, kami kembali berkelompok kemudian kami disuruh untuk membuat proyek sosial sederhana yang harus diwujudnyatakan saat itu juga. Saat itu, kelompok saya sepakat untuk melakukan tiga kegiatan sosial yaitu membersihkan jalanan sekitar vila dari sampah-sampah yang berserakan, membantu petani setempat untuk merapikan kebunnya, dan membantu peternak setempat untuk member makan hewan-hewan ternaknya. Kegiatan tersebut dilakukan selama satu setengah jam, kemudian kami diberi waktu sekitar satu jam untuk mempersiapkan presentasi dari hasil sosial proyek kami. Setelah itu saya bersama kelompok saya mempresentasikan kegiatan sosial yang kami lakukan dengan menggunakan powerpoint dan video.

Setelah semua kelompok selesai presentasi, kami mendapatkan materi tentang Global Peace Foundation International dari Mr. Kim selaku Project Officer GPF. Mr. Kim yang berkebangsaan Korea ini memberikan materi secara full English, kemudian ada sessi Tanya jawab dengan peserta. Setelah materi tersebut berakhir, kami dikelompokkan kembali namun berbeda dengan kelompok yang sebelumnya. Kelompok yang dibuat ini sesuai dengan regional/daerah masing-masing. Tujuannya yaitu untuk membuat Social Project yang akan direalisasikan di wilayah masing-masing peserta GPVC ini. Karena saya kuliah dan bertempat tinggal di wilayah Jakarta, maka saya satu tim dengan Tim Regional Jakarta. Tim ini terdiri dari lima orang, yaitu saya, Anisa dari Universitas Surya, Natan dari Universitas Indonesia, Michelle dan Melati dari Universitas Pelita Harapan. Kemudian, setelah berdiskusi kami membuat rancangan proyek sosial bernama “The Power of Rupiah”, yaitu sebuah kegiatan amal yang nantinya dana terkumpulnya akan disumbangkan untuk menambah jumlah buku pelajaran yang ada di Rumah Belajar yang ada di UNJ/UI.

Setelah presentasi tiap kelompok selesai, kami kemudian menutup acara dengan mengisi angket, bertukar informasi kontak, lalu berfoto. Diharapkan setelah acara ini berakhir, terbentuklah karakter pemimpin yang lebih bermoral dan memiliki andil untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

 

Image

Sekian tulisan saya kali ini, buat temen-temen yang mau info seputar GPF silahkan klik link ini .

thnks for reading.. see ya!

4 thoughts on “Global Peace Volunteer Camp 1.18, Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s