Tahun Baru Islam vs Tahun Baru Masehi

Ibu RinRin : assalamualaikum. hy kawan, mau kemana?

Ibu Guru X : waalaikumsalam. mau ke bali nih, biasalah jalan2 taun baru…

Ibu RinRin : umm,, emang tiap tahun baru jalan2 ya? gak sayang duitnya?

Ibu Guru X : pastilah jalan2, bakar2an gitu,.. ngapain disayangin toh juga cuma setahun sekali.

Ibu RinRin : -_______-”

itulah adegan dramatisasinya. umm, saya sebagai cagur ingin berpendapat tentang tahun baru masehi. temen2ku yang budiman, apa sih esensi dari perayaan tahun baru? apakah cuma buat kumpul2, makan2, seneng2, jalan2? alih-alih silaturahmi, mereka para manusia yg berakal menghambur2kan uang hanya untuk melakukan perayaan. sungguh ironis temen2, disaat negara ini butuh banyak introspeksi, masyarakatnya malah seneng2 nyalain kembang api sambil bakar2an (bakar rumah, bakar diri, bakar harga diri). temen2 sadar ga, kalo sifat menghambur2kan dana,waktu, dan tenaga itu sangat dibenci oleh Allah SWT? saya yakin, agama manapun sepakat bahwa sesuatu yang berlebih2an itu tidak baik. kita boleh merayakannya, tapi secukupnya saja, jangan sampai perayaan itu justru merugikan dan membawa mudharat bagi kita dan orang lain.

khusus buat temen2 muslim, ingat bahwa tahun baru kita bukanlah tahun baru masehi, melainkan tahun baru hijriyah/tahun baru Islam. dimanakah kita saat tahun baru islam? mengapa kita tidak memeriahkan tahun baru islam? padahal jelas sekali bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama muslim, namun kontradiksinya justru tahun baru masehilah yang sangat terkenal dan diminati banyak orang.

balik lagi ke dialog saya sama temen saya diatas, sebagian orang bilang bahwa “ah, gapapa pesta bakar2an, jalan2, cuma setahun sekali gini, kan?” ya,, memang setahun sekali teman, setahun sekali untuk perayaan tahun baru kalian sanggup untuk mengeluarkan kocek yg cukup besar. namun, mengapa saat lebaran idul adha yg juga hanya setahun sekali, kita tidak mampu untuk berkurban? saya yakin, uang untuk jalan2 dan bakar2an itu jika dijumlah minimal cukuplah untuk membeli seekor kambing ! mengapa uang itu tidak kita salurkan untuk hal2 yg lebih baik, teman2??

negara ini, bukan negara kaya, belum makmur, dilihat dari sudut manapun, negara kita belum makmur !! masih banyak perubahan2 yg mesti kita lakukan, justru itu, momen tahun baru seharusnya kita jadikan ajang untuk mengintrospeksi diri, bermuhasabah, agar kesalahan yg pernah kita lakukan tahun lalu tidak akan terjadi lagi di tahun depan. kita catat target2 kita untuk satu tahun kedepan agar kita menjadi pribadi yg lebih baik lagi. mau jadi apa negeri ini jika masyarakatnya, terutama remaja, hanya bisa berfikir dangkal, hura-hura, senang-senang. teman, saya sangat prihatin dengan kondisi bangsa ini. kalo kita melihat amerika atau negara2 luar lainnya yang merayakan tahun baru seperti itu, wajar sajalah, mereka sudah maju dan penduduknya mayoritas non-muslim. apakah kita mau mengikuti gaya hidup mereka?? jangan samakan kita dengan mereka !

beristighfarlah teman2, sebagai generasi penerus bangsa, khususnya para CaGur, kita harus bisa menjadi panutan buat masyarakat. berkaryalah selagi muda, berpikir cerdaslah, karena hanya orang2 yang berpikir besar yang akan menjadi orang besar (bukan besar badannya, ya!)

#salamDudul

3 thoughts on “Tahun Baru Islam vs Tahun Baru Masehi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s