Arsip Kategori: ARTIKEL PENDIDIKAN SD

fakta lapangan

Hari ini, Jumat, 08 November 2013, saya dan dua orang teman saya, Ridha dan Aziz, melakukan observasi ke sebuah SD Negeri di Kecamatan Setiabudi. Hari itu cuaca mendung, ditambah fisik saya yang kurang fit, membuat perasaan saya jadi tidak enak.

Pertanda itu benar.

Awalnya terasa lancar sekali, kami mewawancarai Kepala Sekolahnya yang cukup  raman dan welcome terhadap kami, kemudian beliau juga bersedia untuk dimintai keterangan seputar sekolahnya. Namun, hal ganjil datang ketika kami perlu bertemu satu orang saja guru yang sedang “nganggur” untuk dimintai keterangan dan mengisi angket. Kepsek tersebut kemudian keluar dan memanggil salah satu guru yang memang sedang tidak ada kerjaan, kemudian dengan sopan kami meminta beliau untuk mengisi angket, ya paling tidak hanya menghabiskan waktu 5 sampai 10 menit saja. Namun, guru itu menolak kami secara halus, dengan alasan beliau sedang pusing dan kurang fit juga, sehingga tidak mampu berpikir banyak alias “malas” mengisi angket. kemudian saya coba berkilah dengan berkata “mengapa ibu tidak istirahat saja di rumah, bu?” namun beliau menjawab sangat paradoks sekali “ya karena saya masih banyak tanggung jawab di sekolah ini, saya nggak mau lepas saja dari tanggung jawab kepada siswa, sekalian mengontrol mereka. tapi kalo untuk mikir kebanyakan saya gak bersedia karena takut tambah pusing” sanggahnya.

aneh sekali, kalo memang merasa sakit tapi ingin melakukan segala tanggung jawabnya di sekolah, kenapa hanya untuk urusan isi angket (yang cuma tinggal silang-silang aja karena soalnya pun pilihan ganda) dia tidak bersedia? padahal saya yakin pasti dia lebih berat lagi urusannya di kelas ketimbang urusan remeh-temeh macam angket. seharusnya angket ini tidak masalah dong? toh juga ini kan jam istirahat?

kemudian, guru itu dengan sopan memegang tangan saya dengan wajah simpati sambil berkata “maaf” yang diulang-ulang, kemudian ia keluar ruangan dengan meninggalkan wajah-wajah heran kami. kemudian sang Kepsek berbicara pada saya (setengah berbisik atau entah bergumam) dengan volume yang kecil seperti orang kumur-kumur, suatu hal yang saya tidak mengerti. selang beberapa detik saya baru paham maksudnya. sependengaran saya dia berbicara tentang membelikan bakso buat guru itu dan uang jajan, entahlah apa maksudnya. kalau saya berpositive thinking sih, saya pikir maksud bapak ini adalah agar suasana wawancara menjadi tenang, belikan saja snack/makanan untuk guru itu agar dia lebih rileks saat mengisi angket.

namun, ada suatu hal ganjil yang merasuk dalam diri saya. saya rasa ini bukan tentang rileks atau semacamnya, tapi budaya “salam tempel” yang berkembang di Indonesia. ya, lagi-lagi itu. saya sudah sering mendengar gosip atau sekedar kabar burung tentang bobroknya pendidikan di Indonesia, dan saya saat itu masih tidak percaya bagaimana bisa seorang tenaga pendidik bisa melakukan hal yang kurang bijaksana. namun, kali ini saya benar-benar merasakannya secara langsung bagaimana sebuah “kode” dari kepsek tersebut kepada kami. seperti ia sudah terbiasa saja dengan kegiatan observasi mahasiswa atau guru baru, ia memberikan semacam sinyal pada kami untuk bergabung dengan sistem mautnya.

seketika selera saya untuk mendaftar di SD Negeri itu langsung hilang.

saya tidak mau munafik, suatu saat pasti ada kalanya saya akan merasa bosan dengan profesi saya, dengan gaji saya, namun saya tidak akan bosan untuk tetap memegang teguh prinsip saya, dan selalu berusaha untuk berinovasi dalam mengajar. karena guru bukan hanya sekedar mengajar, lebih dari itu. guru itu mendidik, lebih dari itu.

Guru Itu Menginspirasi.

Pend. SD

Salah satu pengertian pendidikan yang sangat umum dikemukakan oleh Driyarkara (1980) yang menyatakan bahwa pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia muda ke taraf insani harus diwujudkan di dalam seluruh proses atau upaya pendidikan. Di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa “Pendidikan adalah Usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang”.

Baca lebih lanjut

SNMPTN 2012 dan Bidikmisi Perluas Akses Pendidikan Tinggi

Jakarta, 19 Januari 2012–Hasil Ujian Nasional (UN) menjadi bahan pertimbangan kelulusan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012, baik yang melalui jalur undangan maupun ujian tertulis.

“Tidak mungkin anak yang (nilai) UN-nya tidak lulus, bisa lulus SNMPTN. Jadi itu digunakan untuk evaluasi akhir,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Santoso. SNMPTN memberikan akses luas kepada masyarakat untuk masuk PTN. “Tidak benar pendidikan itu mahal,” ujar Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim. Sejalan dengan hal tersebut, pada SNMPTN 2012 Pemerintah kembali menyiapkan 30.000 Bantuan Biaya Pendidikan bagi Mahasiswa Bidikmisi bagi calon mahasiswa yang kurang mampu namun berprestasi.

Baca lebih lanjut

Ibu Muslimah, sang inspirator buat para CaGur

temen2, pernah baca novelLaskar Pelangi?? atau mungkin pernah nonton filmnya?? pasti tau dong karakter Bu Muslimah alias Bu Mus , seorang guru SD Muhammadiyah yang menjadi guru teladannya anak2 Laskar Pelangi, terutama kak Andrea Hirata yang terinspirasi sehingga dapat membuat tetralogi Laskar Pelangi. yah, inilah sosok Bu Mus yang asli, saya dapetin biografinya dari salah satu website biografi guru teladan.. mudah2an bisa menginspirasi temen2 cagur maupun temen2 yang ingin membangun pendidikan di Indonesia,, aminn… :)

Baca lebih lanjut

Gaji Guru, berapa ya?

mungkin temen2 berpikir kalo guru itu pekerjaan biasa dengan gaji standar. eits,, kalo ada yg berpikir gitu, temen2 salah besar !!!!! di jepang, guru merupakan profesi yg paling dihormati sekaligus mendapatkan gaji yang tinggi ! hampir semua guru di jepang punya mobil. berikut data yg dikutip dari salary sedunia Baca lebih lanjut

sertifikasi guru tahun 2012

Berdasarkan hasil evalusi pelaksanaan sertifikasi guru dari tahun ke tahun, ada empat hal yang merupakan perbaikan pada pelaksanaan sertifikasi guru tahun 2012, yaitu penetapan peserta melalui sistem daring (online system). Lalu, uji kompetensi, perankingan dimulai dari usia, masa kerja, dan golongan. Selain itu, penjadwalan.

Salah satu bagian penting dalam pelaksanaan sertifikasi guru adalah proses rekrutmen dan penetapan calon peserta. “Pada tahun ini, proses penetapan peserta berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu dipublikasikannya daftar nama calon peserta sertifikasi guru sebelum ditetapkan sebagai peserta dengan tujuan untuk menjamin objektivitas dan keadilan,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemdikbud, Syawal Gultom di Gedung D Kemdikbud Senayan Jakarta, Rabu (26/10). Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.